Saturday, July 22, 2006

cinta dan waktu

Alkisah di suatu pulau kecil, tinggallah berbagai
macam benda2 abstrak: ada CINTA,
KESEDIHAN, KEKAYAAN,
KEGEMBIRAAN dan sebagainya. Mereka hidup
berdampingan
dengan baik.

Namun suatu ketika, datang badai
menghempaskan pulau
kecil itu dan air laut tiba2 naik dan akan
menenggelamkan pulau itu. Semua penghuni
pulau cepat2
berusaha menyelamatkan diri. CINTA sangat
kebingungan
sebab ia tidak dapat berenang dan tak mempunyai
perahu. Ia berdiri di tepi pantai mencoba mencari
pertolongan. Sementara itu air makin naik
membasahi
kaki CINTA.

Tak lama kemudian CINTA melihat KEKAYAAN
sedang
mengayuh perahu.

CINTA: " KEKAYAAN! KEKAYAAN! Tolong aku!
KEKAYAAN: " Aduh! Maaf, Cinta, perahuku
telah penuh
dengan harta bendaku
Aku tak dapat membawamu serta, nanti
perahu ini tenggelam. Lagipula
tak ada tempat bagimu di perahuku ini".

Lalu KEKAYAAN cepat2 mengayuh perahunya
pergi. CINTA
sedih sekali, namun kemudian dilihatnya
KEGEMBIRAAN
lewat dengan perahunya.

CINTA:" KEGEMBIRAAN tolonglah aku!" Namun
KEGEMBIRAAN terlalu gembira karena dia
menemukan
perahu sehingga ia tak mendengar teriakan CINTA.

Air makin tinggi membasahi CINTA sampai ke
pinggang
dan CINTA semakin panik. Tak lama kemudian
lewatlah
KECANTIKAN.

CINTA: " KECANTIKAN, bawalah aku
bersamamu!"
KECANTIKAN:" Wah CINTA kamu basah dan
kotor. Aku tak
bisa membawamu
ikut. Nanti kamu mengotori perahuku
yang
indah ini"

CINTA sedih sekali mendengarnya. Ia mulai
menangis
terisak-isak. Saat itu lewatlah KESEDIHAN.

CINTA:" Oh KESEDIHAN bawalah aku
bersamamu!"
KESEDIHAN:" Maaf, aku sedang sedih dan aku
ingin
sendirian saja......."

. dan dia mengayuh perahunya.

CINTA putus asa. Ia merasakan air makin naik
dan
akan menenggelamkannya. Pada saat kritis itulah
tiba2
terdengar suara" CINTA mari cepat naik
keperahuku!"

CINTA menoleh ke arah suara itu dan melihat
seorang
tua dengan perahunya. Cepat2 CINTA naik ke
perahu
itu, tepat sebelum air menenggelamkannya.

Di pulau terdekat, orang tua itu menurunkan
CINTA
dan segera pergi lagi. Pada saat itu barulah CINTA
sadar bahwa ia sama sekali tidak mengetahui
siapa
orang tua yang menyelamatkannya itu. CINTA
segera
menanyakannya kepada salah seorang penduduk
tertua di
pulau itu.

" Oh orang tua tadi? Dia adalah WAKTU"
" Tapi kenapa ia menyelamatkanku? Aku tak
mengenalnya. Bahkan teman2 yang
mengenalkupun enggan
menolongku", tanya CINTA heran.

Kata orang itu:" Sebab hanya WAKTUlah yang
tahu
berapa nilai sesungguhnya dari CINTA itu......".

0 Comments:

Post a Comment

<< Home